Latar belakang penyakit obesitas pada anak

Patofisiologi pada obesitas Makanan yang adekuat, yang di sertai dengan ketidak seimbangan antara intake dan out put yang keluar — masuk dalam tubuh akan menyebabkan akumulasi timbunan lemak pada jaringan adiposa khususnya jaringan subkutan.

Genetik Seperti kondisi medis lainnya, obesitas adalah perpaduan antara genetik dan lingkungan. Disain penelitian cross sectional dan case control. Dengan bantuan dokter anda akan tahu anak apakah anak anda memiliki obesitas atau kegemukan.

Namun, pada masyarakat modern, obesitas adalah hal yang harus dihindari. Perubahan pola makan dan peri laku hidup sehat lebih diutamakan untuk mendapatkan hasil yang menetap.

Jika anda masak sendiri,usahakan untuk dibakar atau dikukus. Tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh banyak faktor dimulai dari faktor internal genetikprenatal, sampai postnatal. Kelainan emosi raut muka, hidung dan mulut relatif tampak kecil dengan dagu yang berbentuk ganda. Secara klinis obesitas dengan mudah dapat dikenali karena mempunyai tanda dan gejala yang khas, yaitu: Penurunan respons hipofisis terhadap TRH sangat jarang terjadi.

Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan leukosit yang merupakan tanda adanya infeksi dan pendarahan, mimisan. Bagi subjek penelitian Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan peserta didik tentang hubungan konsumsi fast food dan soft drink dengan kejadian obesitas.

Mengembalikan pola napas normal Kriteria hasil: Perkembangan berdirinya mall diikuti dengan keberadaan restoran-restoran yang menyajikan makanan jenis fast food dan soft drink. Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk mengetahui besaran prevalensi obesitas serta menganalisa risiko konsumsi fast food dan soft drink terhadap kejadian obesitas pada remaja SMA di Kota Pontianak.

Pusat kenyang berfungsi menghambat pusat makan, begitu pula sebaliknya. Obesitas terjadi apabila leptin tidak tersedia di otak atau rusak. Melakukan acara olahraga keluarga seperti jalan kaki,bulu tangkis naik sepeda bisa juga berenang.

1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG OBESITAS PADA SAAT INI

Penanganan obesitas anak haruslah terpadu antara semua aspek etiologi. Kebiasaan Makan yang Buruk Anak yang tidak atau kurang suka mengkonsumsi buah, sayur dan biji-bijian grains dan lebih memilih fast food, minuman manis maupun makanan kemasan, memiliki kecenderungan untuk memiliki berat berlebih karena makanan tersebut merupakan makanan yang tinggi lemak dan kalori tetapi memiliki nilai gizi yang rendah.

Hal ini akan menyebabkan obesitas. Persamaan dengan penelitian ini adalah variabel bebas yang diteliti yaitu, fast food dan soft drink. Penurunan asupan kalori diberikan bertahap sekitar - Kalori dari asupan makanan sehari-hari. Apabila hal ini terjadi akan timbul berbagai masalah, diantaranya Timbunan lemak pada area abdomen yang emnyebabkan tekanan pada otot-otot diagfragma meningkat sehingga menggagu jalan nafasBB yang berlebihan menyebabkan aktifitas yang terganggu sehingga mobilitas gerak terbatasi dan timbul perasaan tidak nyaman, obat-obatan golongan steroid yang memicu nafsu makan tidak terkontrol mengakibatkan perubahan nutrisi yang berlebih, dan krisis kepercayaan diri karena timbunan lemak pada tubuh telah mengubah bentuk badannya.

Pengaturan makan untuk penurunan berat badan anak arus memperhatikan bahwa anak masih dalam proses tumbuh dan berkembang. Pengurangan kalori dibawah kebutuhan jika tidak dirancang dengan baik dapat menimbulkan defisiensi zat gizi yang mungkin dapat menghambat tumbuh kembang anak yang masih pesat terutama tumbuh kembang otak.

Polimorfisme dalam variasi gen mengontrol nafsu makan dan metabolisme menjadi predisposisi obesitas ketika adanya kalorui yang cukup. Dalam tiga dasawarsa terakhir, obesitas pada anak berusia 6 hingga 11 tahun meningkat lebih dari tiga kali lipat di Amerika Serikat. Perbanyak konsumsi sayur, buah dan menu bergizi lainnya.

Latih anak untuk aktif bergerak. Kebiasaan Makan yang Buruk Anak yang tidak atau kurang suka mengkonsumsi buah, sayur dan biji-bijian grains dan lebih memilih fast food, minuman manis maupun makanan kemasan, memiliki kecenderungan untuk memiliki berat berlebih karena makanan tersebut merupakan makanan yang tinggi lemak dan kalori tetapi memiliki nilai gizi yang rendah.

Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan skillstruktur, dan fungsi tubuh yang lebih kompleks. Obesitas pada anak dapat dihubungkan dengan hiperinsulin, hiperlipid, hipertensi dan intoleransi karbohidrat. Batasi tingkat konsumsi fast food dan semacamnya. · ternyata inilah makanan yang menyebabkan titi wati terkena obesitas hingga berbobot kg - duration: Kumpulan Kabar Harian Terbaru Terkini 94, views Author: jualpiyama anak.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Obesitas pada saat ini telah menjadi masalah kesehatan dan berhubungan dengan terjadinya peningkatan penyakit tidak menular (Bener, ). Obesitas pada anak merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius di masyarakat kita dewasa ini.

Di Amerika, Obesitas Pada Anak dikatakan telah meningkat sebesar 3 kali lipat selama 30 tahun terakhir. Sedangkan di Indonesia sendiri masalah ini juga meningkat tajam sebesar 2 kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir. Pada dasarnya makalah ini disusun dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada mahasiswa tentang Obesitas pada Anak.

MAKALAH KEPERAWATAN ANAK OBESITAS DISUSUN OLEH: Halidi Syahroni Rahmat Sudirman Sartika Suwito Asisto Titis Ayu EkaSaputri FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN UNIVERSITAS BATAM. · Prevalensi obesitas di Indonesia mengalami peningkatan mencapai tingkat yang membahayakan.

Berdasarkan data SUSENAS tahun prevalensi obesitas pada anak telah mencapai 11%. Di Indonesia hingga tahun prevalensi gizi baik 68,48%, gizi kurang 28%, gizi buruk 88%, dan gizi lebih 3,4% (Data SUSENAS,).4,5/5.

Latar belakang penyakit obesitas pada anak
Rated 3/5 based on 97 review